Purwodadi, Grobogan – Halaman Setda Grobogan dipadati warga pada Selasa, 3 Maret 2026. Dinas Pangan Kabupaten Grobogan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis stabilisasi harga pangan menjelang Lebaran sekaligus memeriahkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan yang ke-300 tahun.


Acara ini tidak hanya menjadi pasar murah biasa, tetapi juga menjadi ajang unjuk gigi bagi berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang turut menjajakan produk-produk unggulan mereka. Keterlibatan UMKM ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi kreatif di tengah perayaan tiga abad berdirinya Kabupaten Grobogan.
Dari berbagai stan yang tersedia, komoditas dari Bulog menjadi primadona yang paling dicari masyarakat. Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Minyakita ludes diserbu warga dalam waktu singkat. Harga kedua komoditas ini yang jauh di bawah harga pasar umum menjadikannya solusi nyata bagi warga dalam memenuhi kebutuhan dapur menjelang Idul Fitri.
Selain itu, dukungan dari sektor perbankan turut memperkuat kegiatan ini. Bank Jateng dan Bank BKK Purwodadi menyediakan paket sembako khusus dengan harga terjangkau, yang semakin menambah ragam pilihan bagi masyarakat untuk berbelanja hemat.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Grobogan, Bapak Suwarno, dalam sesi wawancara di lokasi kegiatan, menyampaikan bahwa GPM ini merupakan hasil sinergi lintas sektor.
“Momentum Hari Jadi ke-300 ini kami gunakan untuk hadir langsung membantu masyarakat. Dengan adanya beras SPHP dari Bulog, dukungan paket sembako dari Bank Jateng dan Bank BKK, serta partisipasi UMKM, kita bersama-sama berupaya menekan laju inflasi dan memastikan harga pangan tetap stabil menjelang Lebaran,” jelas Bapak Suwarno.
Warga Grobogan tampak antusias memanfaatkan momen ini. Kombinasi antara semangat perayaan hari jadi daerah dan kebutuhan akan pangan murah menciptakan suasana yang meriah namun tetap tertib.
Keberhasilan Gerakan Pangan Murah ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal seperti Bulog, sektor perbankan, dan pelaku usaha lokal dalam menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Grobogan.
