Purwodadi, Grobogan – Semangat berbagi dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat terus digencarkan. Pada Jumat, 6 Maret 2026, Dinas Pangan Kabupaten Grobogan sukses menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertempat di Balai Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi nyata pemerintah dalam merespons dinamika harga pangan di pasar, terutama saat memasuki periode krusial menjelang hari besar.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Pangan Kabupaten Grobogan, Ibu Mundriah. Dalam keterangannya, beliau menjelaskan bahwa GPM ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan pasar.
“Kegiatan GPM ini dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta sebagai upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” ujar Ibu Mundriah.
Beliau juga menambahkan bahwa gerakan ini tidak hanya terjadi di Grobogan, melainkan dilaksanakan secara serentak di 35 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Jawa Tengah. Sinergi skala provinsi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian harga pangan secara luas.
Meskipun dilaksanakan di tengah suasana bulan puasa, antusiasme warga Desa Warukaranganyar tidak surut. Sejak pagi, antrean masyarakat terlihat rapi memadati area balai desa untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang jauh lebih miring dibandingkan harga pasar.
Kondisi sedang menjalankan ibadah puasa nyatanya tidak menurunkan semangat para warga untuk mengantre demi mendapatkan komoditas seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan dapur lainnya. Kehadiran GPM ini dirasakan sebagai oase bagi para ibu rumah tangga dalam mengelola anggaran dapur di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, diharapkan masyarakat dapat menjalani sisa bulan Ramadan dan menyambut Lebaran dengan tenang tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga pangan yang tinggi.
